Tuesday, February 12, 2013

Warga Kebanjiran Pejabat Sibuk Kampanye


Banjir Susulan Rendam Rumah Warga Pondok Gede Permai Jati Asih Bekasi  Ketinggian Air Sampai 6 Meter Banyak Warga Yang Trauma Kembali.



info,05 febuary 2013  Bekasi dilanda banjir susulan yang merendam sembilan titik wilayah Kota Bekasi diantaranya yang paling
Parah Perum Pondok Gede Permai  Jati Asih
Pada tanggal 18 januari banjir yang melanda wilayah bekasi akibat tanggul kali bekasi jebol, namun kali ini banjir susulan bukan diakibatkan tanggul jebol namun akibat luapan air kali bekasi yang tidak mampu menampung air kiriman dari gunung putri bogor. Sungguh drastis warga yang baru pindah dari pengungsi beberapa hari saja kini harus mengungsi kembali, menurut keterangan H.Momon Sulaeman Kadis Bina Marga dan
Tata Air bahwa banjir mulai menggenangi perum pondok permai sekitar jam delapan malam  dan ketinggian air mulai memucak pada jam duabelas malam hari hingga ketinggian air mencapai 4 meter .Tim Evakuasi dan Tim SAR dari TNI dan POLRI sudah diturunkan dari jam delapan malam untuk Evakuasi warga, namun sebagian warga masih ada yang bertahan dirumahnya masing masing. Posko posko bantuan, posko penampungan warga dan Pos Pelayanan Kesehtan sudah berdiri sejak tadi malam.

Merurut H. Momon Sulaiman dalam menanggulangi bencana banjir susulan ini Pemkot bekasi meniapkan anggaran sekitar 1,5 m untuk bantuan korban banjir diseluruh wilayah Kota Bekasi, namun didalam menyelesaikan permasalahan Daerah Aliran Sungai tersebut menurutnya bukan hanya Pemkot saja yng harus bertanggung jawab namun Pemprop juga harus ikut bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah banjir ini, terutama dalam hal anggaran dana untuk normalisasi sungai tersebut. Kewenangan saya adalah pemeliharaan bagaimana saluran bagus tanggul bagus dan warga aman dari banjir.
Dalam pelaksanaan perbaikan maupun pemeliharaan  Daerah Irigasi 1000 h kebawah adalah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah Kota ataupun Kabupaten namun jika 1000- 3000 h adalah merupakan tanggung jawab pemerintah Propinsi. Sedangkan 3000 h keatas adalah tanggung jawab Pemerintah Pusat. Terkait dengan luapan air yang menenggelamkan perumahan warga, H. Momon Sulaeman menyebutkan bahwa kali bekasi harus secepatnya dilakukan normalisasi Daerah Irigasi atau Daerah Aliran Sungai karena kali bekasi merupakan perpaduan air dari cikeas dan cilengsi, menurut Gubernur Jawa Barat bahwa normalnya daerah aliran sungai tersebut harus lebar 100 meter. Normalisasi DAS dengan lebar 100 meter dianggap langkah paling tepat untuk atasi banjir , Ujar Momon.
Namun sayang nya hasil penyelidikan, sampai pukul 9.30 bantuan air minum dan makanan baru ada beberapa dus saja, Jelas ini menandakan bahwa lambatnya pemerintah kota bekasi dalam mengirim bantuan korban banjir tersebut. Dan janji walikota bulan lalu hanya yang akan melakukan normalisai sungai tersebut hanya  cuap cuap saja. Pemkot lebih memilih rencana pengadaan foto udara yang dinilai bukan skala prioritas dalam menangani masalah banjir. 

No comments:

Post a Comment